Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Rekap Laga Terbaik Dunia Tadi Malam


by editor garisgol.com

Kamis dini hari, 8 Januari 2026 WIB, sepak bola Eropa menghadirkan satu paket lengkap: drama tujuh gol di Inggris, perebutan poin yang mengubah peta klasemen, derby yang meledak karena kartu merah, sampai pesta lima gol di Piala Super Spanyol. Premier League jadi panggung utama dengan delapan pertandingan yang total menghasilkan 26 gol, sementara Barcelona dan Inter Milan mengirim pesan tegas di kompetisi masing-masing. 

Premier League: 26 gol, menit 102, dan banyak “alarm”

Laga terbaik malam itu datang dari St James’ Park. Newcastle United menumbangkan Leeds United 4-3 lewat gol kemenangan Harvey Barnes pada menit 90+12. Itu dicatat sebagai pemenang paling telat dalam catatan Premier League era modern yang dilacak Opta sejak 2006–2007, dan pertandingan ini terasa seperti “kekacauan yang terkontrol”: Leeds memimpin tiga kali, Newcastle selalu punya cara untuk kembali. 

Leeds sebenarnya tampak akan membawa pulang tiga poin ketika Brenden Aaronson mencetak gol keduanya pada menit 79. Namun Newcastle memaksa pertandingan hidup lagi, lalu Barnes memukul telak di ujung waktu tambahan. Premier League menulis Leeds mengakhiri malam itu dengan tangan hampa setelah memimpin berulang kali, sementara Newcastle menang karena karakter, bukan karena permainan paling rapi. 

Di pertandingan lain, Manchester City kembali kehilangan momentum. Mereka ditahan Brighton 1-1 di Etihad, hasil yang membuat City mencatat tiga kali imbang beruntun. Erling Haaland membuka skor lewat penalti sebelum jeda penalti diberikan setelah tayangan ulang video assistant referee menilai ada pelanggaran pada Jeremy Doku namun Brighton membalas lewat Kaoru Mitoma dan bahkan nyaris menang di akhir laga. Pep Guardiola mengakui hasil ini membuat perburuan gelar makin rumit, sementara City juga mendapat kabar tambahan: winger Savinho diperkirakan menepi hingga dua bulan karena cedera. 

Derby London di Craven Cottage juga menyala. Fulham mengalahkan Chelsea 2-1, dengan cerita utama kembali mengarah ke disiplin. Marc Cucurella dikartu merah pada menit 22, dan Reuters mencatat itu adalah kartu merah kedelapan Chelsea musim ini. Fulham unggul lewat Raul Jimenez, Chelsea sempat menyamakan lewat Liam Delap, tetapi Harry Wilson memastikan kemenangan tuan rumah pada menit 81. Menariknya, pelatih baru Chelsea Liam Rosenior menyaksikan langsung dari tribun. 

Jika City membawa masalah momentum dan Chelsea membawa masalah disiplin, maka Manchester United membawa masalah manajemen pertandingan. United ditahan Burnley 2-2 di Turf Moor pada laga pertama setelah kepergian Ruben Amorim, dengan Darren Fletcher memimpin sebagai pelatih interim. Burnley unggul lebih dulu lewat gol bunuh diri, kemudian United membalikkan keadaan melalui dua gol Benjamin Sesko dalam 10 menit. Saat terlihat akan menang, Burnley menyamakan lewat sepakan Jaidon Anthony. Laporan resmi Premier League menekankan kualitas gol penyama itu dan menyoroti bahwa dua gol Sesko tetap tidak cukup untuk membawa pulang tiga poin. 

Yang membuat hasil ini terasa lebih “menampar” bagi United adalah konteks dominasi peluang. Reuters menuliskan United mencatat 30 tembakan, tetapi gagal menutup pertandingan setelah sempat unggul. Ini bukan sekadar soal penyelesaian akhir; ini soal kemampuan mengendalikan risiko ketika sudah berada di posisi memimpin. 

Dari pantai selatan, Tottenham kembali kebobolan di momen paling mahal. Bournemouth menang 3-2 lewat gol Antoine Semenyo pada menit 90+5. Situs resmi Tottenham mengakui kekalahan ini datang dari gol masa tambahan waktu, dan laporan Premier League merinci rangkaian gol yang membuat laga ini berjalan liar sejak awal.

Sementara itu, Brentford mengirim sinyal serius dalam perburuan Eropa. Mereka menekuk Sunderland 3-0, dengan Igor Thiago mencetak dua gol. Reuters mencatat Thiago kini mengoleksi 16 gol liga dan memecahkan rekor sebagai pemain Brasil dengan jumlah gol terbanyak dalam satu musim Premier League. Kemenangan ini membawa Brentford naik ke posisi kelima.

Di Goodison Park, pertandingan Everton vs Wolverhampton Wanderers berakhir 1-1 tetapi penuh drama. Laporan Premier League menyebut Everton berakhir dengan sembilan pemain setelah dua kartu merah, sementara pertandingan ini juga memuat catatan menarik tentang pencetak gol Wolverhampton Wanderers yang masih berusia 18 tahun. Ini laga yang tidak indah, tetapi “keras” dan penuh insiden jenis pertandingan yang biasanya mengubah suasana ruang ganti.

Satu-satunya laga tanpa gol semalam datang dari Selhurst Park: Crystal Palace 0-0 Aston Villa. Premier League menulis Villa kembali kehilangan poin dalam perburuan papan atas, sementara Palace memperpanjang rekor membuat Villa frustrasi. 

Di luar Inggris: Barcelona pesta, Inter menang di bawah kabut

Di Jeddah, Barcelona melaju ke final Piala Super Spanyol dengan kemenangan 5-0 atas Athletic Bilbao. Reuters mencatat Fermín López mencetak satu gol dan dua assist, Raphinha memborong dua gol, dan Barcelona sudah memimpin 4-0 saat turun minum. Kemenangan ini juga menjadi kemenangan kesembilan beruntun Barcelona, dan mereka kini menunggu pemenang Real Madrid vs Atlético Madrid untuk final.

Dari Italia, Inter Milan mempertegas status pemimpin klasemen Serie A dengan menang 2-0 di markas Parma. Laga dimainkan dalam kabut tebal, Federico Dimarco membuka skor jelang jeda, dan Marcus Thuram menutupnya pada masa tambahan waktu. Reuters menambahkan Inter kini unggul empat poin di puncak dan akan menghadapi Napoli berikutnya, sebuah laga yang bisa menggeser tekanan gelar ke para pesaing terdekat.

Post a Comment for "Rekap Laga Terbaik Dunia Tadi Malam"