Profil John Herdman, Pelatih Baru Timnas Indonesia
by redaksi garisgol.com
PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Pelatih asal Inggris itu datang dengan portofolio kuat di level internasional, termasuk membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 serta meraih dua medali perunggu Olimpiade bersama tim putri Kanada. Kini, Herdman memulai babak baru bersama Garuda, dengan fokus awal membangun identitas bermain yang konsisten dan memperdalam kedalaman skuad.
5 fakta garisgol
-
PSSI menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia, menggantikan Patrick Kluivert yang berpisah secara kesepakatan bersama setelah Indonesia tersingkir dari jalur kualifikasi Piala Dunia pada Oktober 2025.
-
Herdman dikenal luas lewat kiprahnya di Kanada: membawa Kanada putra tampil di Piala Dunia 2022 (penampilan pertama dalam puluhan tahun) dan membina program putri Kanada yang meraih perunggu Olimpiade 2012 dan 2016.
-
Sebelum ke Indonesia, Herdman sempat melatih di level klub, termasuk Toronto FC, setelah sebelumnya memimpin Kanada putra.
-
Reuters melaporkan tugas awal Herdman bersama Indonesia akan dimulai pada agenda FIFA Series di Jakarta pada Maret.
-
Herdman juga sempat terseret isu disiplin sepak bola Kanada terkait kasus penggunaan drone, dan Reuters menyebut ia menerima surat teguran (admonishment) dari proses disipliner di Kanada.
Biodata singkat
John Herdman lahir di Inggris dan membangun reputasi sebagai pelatih yang kuat di ranah pengembangan program tim nasional. Namanya melejit bukan karena “instan menang”, melainkan karena kemampuan menyusun sistem: membentuk kultur tim, menata jalur pembinaan, dan mengubah standar performa dari periode ke periode.
Rekam jejak karier: dari Selandia Baru ke Kanada, lalu klub, kini Indonesia
1) Selandia Baru (tim putri)
2) Kanada (tim putri)
3) Kanada (tim putra)
4) Toronto FC (level klub)
5) Indonesia (misi baru)
PSSI kini mempercayakan proyek Timnas Indonesia kepada Herdman. Penunjukan ini terjadi setelah perpisahan dengan Patrick Kluivert, yang berakhir melalui kesepakatan bersama pasca kegagalan Indonesia melanjutkan perjuangan di jalur kualifikasi Piala Dunia.
Gaya melatih yang menonjol: kultur, intensitas, dan “standard-setting”
Mengacu pada rekam jejaknya, Herdman dikenal sebagai pelatih yang menekankan:
-
Kultur tim dan standar harian: disiplin proses, detail latihan, dan konsistensi perilaku pertandingan.
-
Identitas bermain yang terukur: membangun kerangka permainan yang bisa bertahan lintas lawan, bukan hanya reaktif pada satu laga.
-
Manajemen turnamen: pengalaman di Olimpiade dan Piala Dunia memberi referensi jelas soal rotasi, mentalitas laga besar, dan pengambilan keputusan di momen krusial.
Catatan: detail formasi spesifik biasanya sangat bergantung pada profil pemain yang tersedia. Dalam tahap awal, indikator utama yang lebih realistis adalah apakah Indonesia bermain dengan prinsip yang konsisten: jarak antarlini, intensitas saat kehilangan bola, dan kejelasan rute progresi dari build-up ke final third.
Tantangan utama di Timnas Indonesia
1) Reset arah pasca perubahan pelatih
2) Memaksimalkan kedalaman skuad
3) Agenda awal yang cepat
Catatan penting: isu disiplin sepak bola Kanada
Sebagai bagian dari transparansi profil, Reuters pernah melaporkan Herdman mendapat surat teguran (admonishment) terkait kasus drone-spying dalam konteks sepak bola Kanada. Ini menjadi catatan reputasi yang akan ikut dibawa publik, sehingga pengelolaan komunikasi dan kepatuhan internal akan menjadi aspek yang tak kalah penting di pekerjaan barunya.
Apa berikutnya untuk Herdman dan Garuda
Tugas pertama akan menjadi barometer: apakah Indonesia segera punya pola bermain yang lebih jelas, struktur bertahan yang kompak, dan mekanisme menyerang yang tidak bergantung pada momen individual semata. Dengan rekam jejak sebagai “program builder”, Herdman idealnya dinilai lewat tren beberapa jendela internasional, bukan satu pertandingan.
Post a Comment for "Profil John Herdman, Pelatih Baru Timnas Indonesia"