MU Dominan tapi Gagal Mengunci, Burnley Tahan MU 2-2 di Turf Moor
By Editor garisgol.com
Manchester United memulai era pasca Ruben Amorim dengan hasil yang terasa pahit: imbang 2-2 di kandang Burnley. Dua gol Benjamin Sesko sempat membalikkan keadaan dan memberi Darren Fletcher peluang meraih kemenangan di debutnya sebagai pelatih interim, tetapi Burnley menemukan satu momen lewat Jaidon Anthony untuk mengunci poin.
Skor akhir Burnley 2-2 Manchester United di Turf Moor, Rabu, 7 Januari 2026., Burnley unggul lebih dulu lewat gol bunuh diri Ayden Heaven (menit 13), MU membalas lewat dua gol Benjamin Sesko (menit 50 dan 60), sebelum Jaidon Anthony menyamakan (menit 66). Ini laga pertama MU di bawah interim Darren Fletcher setelah Amorim pergi. MU melepaskan 30 tembakan dengan 10 tembakan tepat sasaran, tetapi tetap gagal membawa pulang tiga poin. Bruno Fernandes kembali bermain dan berkontribusi dalam proses gol, sementara Shea Lacey hampir jadi pahlawan di akhir laga namun mengenai tiang/mistar.
1) Burnley menang bertahan, MU kalah momen
Jika Anda hanya menilai dari dominasi, ini seharusnya kemenangan MU. Jumlah tembakan dan tekanan MU jauh lebih besar. Tetapi Burnley memainkan pertandingan ini seperti tim yang tahu satu hal: mereka tidak butuh banyak serangan, mereka butuh momen yang tepat.
Gol pertama Burnley pun datang dari situasi yang “murah” tetapi sah: bola masuk lewat gol bunuh diri Heaven. Sejak itu, Burnley punya alasan sempurna untuk mengunci ruang dan menumpuk pemain di area berbahaya.
2) Babak pertama: MU menang di kontrol, kalah di ketajaman
Banyak pertandingan besar MU musim ini punya pola serupa: menguasai alur, menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhir tidak setajam dominasi. Reuters mencatat MU punya 10 tembakan tepat sasaran sepanjang laga, dan banyak momen mereka “hampir” mencetak gol termasuk upaya yang dibersihkan di garis gawang dan satu gol yang dianulir.
Di sini terlihat dua isu: Kualitas sentuhan terakhir: MU cukup sering sampai ke sepertiga akhir, tetapi final pass dan penyelesaian tidak mengunci. Kesabaran yang berubah jadi frustrasi: ketika gol tak kunjung datang, MU cenderung menaikkan tempo dengan cara yang kadang justru memudahkan lawan bertahan (terlalu cepat crossing/tembakan spekulatif).
3) Babak kedua: penyesuaian MU tepat, Sesko menghidupkan laga
Pergantian paling penting datang dari eksekusi, bukan formasi: MU menyerang lebih tajam, lebih langsung, dan lebih berani menembus area tengah, bukan hanya memutar bola di luar blok. Hasilnya instan: dua gol Sesko dalam rentang 10 menit membalikkan skor dan, seharusnya, mengakhiri perlawanan Burnley.
Nilai tambah lainnya: dua gol ini juga menutup periode sulit Sesko. Reuters menulis brace itu mengakhiri puasa golnya di liga dalam sembilan pertandingan. Secara psikologis, ini “vitamin” penting untuk MU.
4) Titik patah: setelah unggul, MU gagal mengunci ruang tembak
Inilah momen yang menandai MU belum sepenuhnya matang dalam manajemen pertandingan. Setelah unggul 2-1, yang dibutuhkan adalah: menjaga jarak antarlini tetap rapat, mematikan transisi, dan memaksa Burnley menyerang lewat jalur yang rendah peluang.
Namun Burnley mendapatkan ruang untuk satu tembakan berkualitas, dan Anthony menuntaskannya. Sky Sports dan Premier League menekankan gol penyama itu sebagai penyelesaian yang sangat bagusjenis peluang yang tidak boleh diberikan tim yang sedang unggul.
5) Catatan untuk Fletcher: hasil ini tidak merusak rencana, tapi membuka daftar PR
Fletcher tidak punya banyak waktu untuk “mengubah segalanya”. Namun dari laga ini, daftar pekerjaan rumah terlihat jelas: Ketajaman: 30 tembakan harusnya lebih aman untuk menang. Mengelola fase setelah unggul: bukan cuma “bertahan”, tetapi mengontrol risiko kapan menekan, kapan menahan, kapan mematikan tempo. Konsentrasi pada detail: satu kesalahan kecil atau satu ruang tembak bisa menghapus 60 menit dominasi. Fletcher sendiri menyebut hasil ini mengecewakan dan menyinggung perlunya “game management” yang lebih baik, sambil tetap menilai performa tim cukup untuk menang.

Post a Comment for "MU Dominan tapi Gagal Mengunci, Burnley Tahan MU 2-2 di Turf Moor"