Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Final Supercopa Spanyol 2026: Real Madrid vs Barcelona, El Clásico Perebutan Trofi Perdana

garisgol.com

by redaksi garisgol.com

Jeddah, Arab Saudi (11/1/2026) – Real Madrid dan Barcelona akan kembali bentrok dalam partai puncak Piala Super Spanyol 2026. Laga El Clásico edisi final ini digelar di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, pada Minggu malam waktu setempat (Senin dini hari WIB). Duel klasik nan sarat gengsi ini menjadi perebutan trofi perdana tahun 2026 bagi kedua raksasa Spanyol.

Barcelona melangkah ke final dengan meyakinkan setelah menghancurkan Athletic Bilbao 5-0 di semifinal. Skuad asuhan Hansi Flick sudah unggul empat gol di babak pertama pada laga tersebut  menunjukkan dominasi dan efisiensi tanpa harus menguras banyak energi. Raphinha tampil gemilang dengan dua gol, disusul gol tambahan dari Fermin Lopez, Ferran Torres, dan pemain muda Roony Bardghji. Kemenangan telak itu tercipta 24 jam sebelum semifinal kedua, memberi Barca keuntungan pemulihan sehari lebih banyak dibanding Real Madrid.

Sementara itu, Real Madrid harus berjuang lebih keras di semifinal lainnya. Los Blancos menang 2-1 atas rival sekota Atlético Madrid melalui gol Federico Valverde dan Rodrygo, meski sempat tertekan setelah Atletico memperkecil skor lewat sundulan Alexander Sorloth. Kemenangan tipis dalam derby itu memastikan El Real melaju ke final untuk bertemu musuh bebuyutan mereka. Secara historis, Real punya tradisi kuat di ajang ini dengan 13 gelar (terakhir juara tahun 2024) hanya terpaut dari Barcelona yang mengoleksi 15 trofi Supercopa.

Dari sisi performa terkini, Barcelona berada dalam tren impresif. Sejak kalah 1-2 dari Madrid di El Clásico La Liga akhir Oktober lalu, Blaugrana bangkit dan mencatat sembilan kemenangan beruntun di semua kompetisi. Bahkan lima laga terakhir dilalui Barca tanpa sekali pun kebobolan, pertanda solidnya lini belakang meski beberapa pilar absen. Di La Liga, tim asuhan Flick juga memuncaki klasemen sementara dengan 49 poin, unggul empat angka dari Real Madrid di posisi kedua. Adapun Real Madrid sempat mengalami periode sulit jelang pergantian tahun, namun pelatih Xabi Alonso berhasil menstabilkan kapal Madridistas. Alonso bahkan terancam dipecat bulan Desember lalu, tetapi menjawab tekanan dengan membawa Madrid meraih lima kemenangan beruntun sebelum final ini. Trofi di Jeddah nanti bisa menjadi gelar pertama Alonso sebagai pelatih Madrid dan memberi nafas lebih panjang, mengingat rumor tekanan dari manajemen klub.

Perjumpaan ini juga merupakan final El Clásico ketiga secara beruntun di ajang Supercopa. Barcelona adalah juara bertahan setelah menundukkan Madrid 5-2 di final tahun lalu yang juga digelar di Jeddah. Di sisi lain, Real Madrid datang sebagai penantang dengan motivasi ganda: membalas kekalahan pada final musim lalu sekaligus mempertahankan gengsi usai memenangi pertemuan terakhir di liga. Dengan status partai pembuka tahun, duel ini membawa bobot emosional tinggi bukan sekadar laga perebutan trofi minor, melainkan ajang unjuk kekuatan dua seteru abadi di Spanyol.

Susunan Pemain (Perkiraan)

Kedua tim sama-sama tidak bisa tampil dengan kekuatan penuh, namun masih memiliki kedalaman skuad mumpuni. Dari kubu Barcelona, kiper utama Marc-André ter Stegen dipastikan absen, begitu pula gelandang muda Gavi dan bek tengah Andreas Christensen yang cedera lutut. Selebihnya, Flick mengonfirmasi bahwa seluruh pemain siap tampil, termasuk wonderkid Lamine Yamal yang sudah fit dan berpeluang menjadi starter usai tampil sebagai pengganti di semifinal. Bek tangguh Ronald Araujo telah kembali berlatih penuh, namun diprediksi baru akan memulai laga dari bangku cadangan.

Di pihak Real Madrid, problem cedera terutama menerpa lini pertahanan. Bek kanan andalan Trent Alexander-Arnold, bek tengah Éder Militao, dan gelandang serang Brahim Díaz masih harus menepi. Kabar baiknya, bomber utama Kylian Mbappé sudah bergabung dengan tim di Jeddah setelah sempat absen di semifinal karena cedera lutut. Alonso menyatakan kondisi Mbappé jauh membaik dan akan dipantau dalam sesi latihan terakhir sebelum memutuskan apakah sang penyerang siap turun sejak awal. Tiga pemain yang mendapat sedikit masalah di semifinal – Rodrygo, Antonio Rüdiger, dan Raúl Asencio – kondisinya terus dimonitor, namun ketiganya diharapkan tersedia untuk partai final.

Berikut perkiraan susunan pemain inti kedua tim:

  • Barcelona (4-2-3-1)Joan Garcia; Jules Koundé, Pau Cubarsí, Eric García, Alejandro Balde; Frenkie de Jong, Pedri; Lamine Yamal, Raphinha, Fermin López; Ferran Torres.

  • Real Madrid (4-3-3)Thibaut Courtois; Federico Valverde, Raúl Asencio, Antonio Rüdiger, Álvaro Carreras; Eduardo Camavinga, Aurélien Tchouaméni, Jude Bellingham; Rodrygo, Kylian Mbappé, Vinícius Júnior.

Catatan: Susunan di atas masih bersifat prediksi. Jika Rüdiger belum 100% bugar, kemungkinan Dean Huijsen bisa masuk sebagai bek tengah Madrid. Demikian pula di kubu Barca, posisi bek tengah dapat diisi duet Pau Cubarsí dan Eric García, sementara Koundé digeser ke kanan mengingat absennya opsi bek kanan natural. Dalam menyerang, Flick punya keleluasaan merotasi penyerang top lainnya seperti Robert Lewandowski dan Marcus Rashford yang siap dari bangku cadangan.

Analisis Taktik dan Duel Kunci

Secara taktik, laga ini menjanjikan pertarungan filosofis antara pendekatan ofensif Barcelona di bawah Hansi Flick versus gaya Real Madrid racikan Xabi Alonso. Flick telah membawa sentuhan ala Jerman ke Barcelona – memadukan ciri permainan posisi Barça dengan pressing tinggi yang agresif. Berkat itu, Blaugrana kerap tancap gas sejak awal laga, terbukti dengan empat gol cepat di babak pertama semifinal. Pelatih asal Jerman tersebut menegaskan timnya akan tetap bermain dengan “gaya Barcelona” dan fokus pada ide permainan sendiri, alih-alih terlalu terobsesi mengawal Mbappé. Pertahanan tinggi Barcelona kemungkinan tetap diterapkan, meski menyadari ancaman kecepatan serangan balik Madrid. Flick menyebut pihaknya akan melakukan adaptasi seperti biasa, namun menegaskan “ini bukan soal Mbappé semata, melainkan tentang bagaimana kami ingin bermain sebagai Barcelona”.

Di kubu seberang, Xabi Alonso diprediksi mengusung pendekatan yang lebih seimbang dan pragmatis. Real Madrid asuhannya belakangan kerap bermain dengan dua gelandang bertahan (Tchouaméni–Camavinga) untuk memperkokoh lini tengah dan melindungi lini belakang yang pincang. Alonso paham timnya tak boleh terpancing bermain terlalu terbuka melawan Barcelona. “Ini laga spesial yang tidak memberi ruang untuk kesalahan,” ujarnya mengenai final El Clásico ini, seraya menekankan pentingnya energi dan konsentrasi penuh dari para pemainnya sejak menit pertama. Secara ofensif, Madrid akan bertumpu pada kecepatan transisi dan ketajaman trio depan. Kembalinya Kylian Mbappé jelas menjadi faktor pembeda – penyerang 27 tahun ini disebut Flick sebagai “striker terbaik saat ini” berkat produktivitasnya. Mbappé telah mengemas 29 gol di semua ajang musim ini, termasuk 6 gol dalam 5 pertemuan El Clásico sejak bergabung ke Madrid. Duel kecepatan Mbappé melawan garis pertahanan tinggi Barcelona bisa menjadi pemandangan krusial. Pada pertemuan Oktober lalu, Mbappé berhasil membobol gawang Barca dan membawa Madrid menang 2-1, mengakhiri rentetan empat kemenangan Barcelona dalam El Clásico era Flick. Tak heran jika kali ini bek-bek Barca seperti Jules Koundé dan Eric García dituntut ekstra sigap menjaga pergerakan Mbappé di ruang terbuka.

Selain Mbappé, Real Madrid masih memiliki Jude Bellingham sebagai motor serangan dari lini kedua. Gelandang muda Inggris ini piawai menerobos kotak penalti dan menjadi top skor kedua tim musim ini setelah Mbappé. Duel Bellingham vs Frenkie de Jong/Pedri di lini tengah akan menentukan alur permainan – apakah Madrid bisa memecah dominasi penguasaan bola Barca atau justru terpaksa lebih banyak bertahan. Pertarungan di sektor sayap juga tak kalah menarik. Winger Barcelona Lamine Yamal yang masih berusia 18 tahun siap diandalkan sejak menit awal setelah cetak gol dari bangku cadangan di semifinal. Yamal bersama Raphinha akan menguji sisi bek sayap Madrid yang kemungkinan diisi Valverde (bek kanan darurat) dan Álvaro Carreras (bek kiri muda). Pengalaman Valverde akan diuji oleh kelihaian Raphinha, sementara Yamal bisa menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Madrid dengan kreativitas dan kelincahannya. Sebaliknya, winger Madrid Vinícius Júnior tengah jadi sorotan karena performanya menurun. Sejak menyabet runner-up Ballon d’Or 2024, Vinícius belum mencetak gol dalam 16 penampilan terakhirnya untuk Madrid. Alonso dihadapkan pada dilema apakah tetap mempercayakan Vinícius sebagai starter di sayap kiri atau mencoba opsi lain. Jika dimainkan, Vinícius bakal berduel langsung dengan Koundé di sisi tersebut – duel yang bisa dimenangkan bek Barca jika Vinícius tak menemukan bentuk terbaiknya.

Kunci lain bagi Real Madrid adalah efektivitas Rodrygo Goes. Winger kanan Brasil itu justru sedang on-fire, mengemas 3 gol dan 3 assist dalam 5 laga terakhirnya. Rodrygo mencetak gol penentu di semifinal, menandai kebangkitannya setelah puasa gol panjang. Kontribusi Rodrygo dari sisi kanan akan vital untuk menyeimbangkan serangan Madrid, terlebih jika Barca terlalu fokus mengawal Mbappé di sisi seberang. Pertarungan individual Rodrygo vs Alejandro Balde (bek kiri Barca) bisa membuka ruang peluang bagi Madrid.

Secara keseluruhan, Barcelona kemungkinan akan mendominasi penguasaan bola dan mencoba mencetak gol cepat, sementara Madrid mengandalkan soliditas pertahanan dan serangan kilat. Flick tentu ingin mengulangi resep sukses musim lalu di mana timnya memenangkan semua final melawan Madrid, tetapi Alonso diyakini telah menyiapkan antitesisnya. Pengalaman Flick yang tak pernah kalah di final sepanjang karier kepelatihannya juga menambah bumbu mental di laga ini, sementara bagi Alonso, partai final ini ibarat ujian hidup-mati untuk membuktikan kapasitasnya di kursi pelatih Los Blancos.

Head to Head dan Statistik Penting

Secara historis, duel ini akan menjadi pertemuan ke-262 antara Real Madrid dan Barcelona di semua ajang. Rekor keseluruhan cukup berimbang: Madrid mencatat 106 kemenangan, Barca 104 kemenangan, dan sisanya berakhir imbang. Persaingan klasik ini kian memanas dalam dua musim terakhir dengan intensitas pertemuan tinggi, termasuk di partai-partai final.

Lima pertemuan terakhir El Clásico:

  1. 26/10/2025 (La Liga): Real Madrid 2-1 Barcelona – Mbappé dan Bellingham membawa Madrid menang di Bernabéu; mematahkan empat kemenangan beruntun Barca di El Clásico.

  2. 11/05/2025 (La Liga): Barcelona 4-3 Real Madrid – Laga sarat gol di pengujung La Liga 2024/25 yang sudah dikunci Barca sebagai juara.

  3. 26/04/2025 (Final Copa del Rey): Barcelona 3-2 Real Madrid (Extra Time) – Barcelona juara Copa del Rey 2025 lewat gol Jules Koundé di menit 116 babak tambahan.

  4. 12/01/2025 (Final Supercopa): Real Madrid 2-5 Barcelona – Barca tampil trengginas di Riyadh untuk merebut Piala Super 2025, memberikan kekalahan telak bagi tim Ancelotti.

  5. 26/10/2024 (La Liga): Real Madrid 0-4 Barcelona – Barcelona asuhan Flick mempermalukan Madrid di Bernabéu, menegaskan dominasinya musim itu.

Tren terkini masih memihak Barcelona yang memenangkan empat dari lima El Clásico terakhir, termasuk menyapu bersih seluruh empat pertemuan pada musim 2024/25. Namun, kemenangan Real Madrid pada duel terakhir di liga Oktober 2025 lalu menunjukkan Los Blancos mampu bangkit dan menandingi Barca di era kepelatihan baru. Statistik menarik lainnya, final kali ini menandai empat edisi beruntun Supercopa yang menyajikan El Clásico sebagai partai puncak. Uniknya, dalam empat edisi terakhir, pemenang Supercopa selalu melanjutkan musimnya dengan menjuarai La Liga di akhir musim (Madrid juara liga usai menang Supercopa 2022 & 2024, Barcelona juara liga usai menang 2023 & 2025). Artinya, hasil laga ini bisa menjadi indikator perebutan gelar domestik di paruh kedua musim.

Dari sisi individu, sejumlah catatan patut disorot. Kylian Mbappé menjadi momok bagi Barcelona dengan total 12 gol ke gawang Blaugrana sepanjang kariernya (termasuk saat masih di PSG). Khusus berseragam Madrid, Mbappé telah 9 kali menghadapi Barca dan mencetak 12 gol– rasio yang menegaskan statusnya sebagai ancaman utama. Sementara di kubu Barca, Lamine Yamal berpeluang mencetak sejarah jika dimainkan sejak awal. Di usia 18 tahun, Yamal bisa menjadi pemain termuda yang tampil di final El Clásico Supercopa era modern, melanjutkan reputasinya sebagai prospek paling bersinar La Masia saat ini. Selain itu, Barcelona menatap final ini dengan catatan defensif mengagumkan: lima laga beruntun tanpa kebobolan jelang berhadapan dengan lini depan Madrid yang tajam.

Prediksi Garisgol

Melihat keseimbangan kekuatan kedua tim, partai final ini diprediksi berlangsung ketat dan terbuka. Kualitas skuad dan tren performa sedikit condong ke Barcelona – mereka lebih bugar, percaya diri tinggi, dan tampil stabil dalam beberapa pekan terakhir. Hansi Flick juga unggul pengalaman di laga final, sementara Real Madrid masih mencari formasi pertahanan terbaik di tengah krisis cedera. Meski demikian, kehadiran Mbappé serta motivasi balas dendam dapat memicu performa terbaik Los Blancos. Duel ini berpotensi menghadirkan hujan gol mengingat kekuatan lini serang kedua tim.

Pada akhirnya, Barcelona diprediksi mampu unggul tipis dalam duel sengit kali ini dan mengangkat trofi di Jeddah. Prediksi skor akhir: Barcelona 3-2 Real Madrid. Faktor penentu kemungkinan adalah kedalaman skuad Blaugrana dan koordinasi pertahanan yang lebih solid, di samping momentum positif sembilan kemenangan beruntun yang tengah mereka nikmati. Sementara Madrid diyakini akan memberikan perlawanan hebat dan bukan tidak mungkin memaksa laga hingga extra time bila pertahanan Barca lengah.

Sorotan dunia akan tertuju ke Jeddah saat El Clásico tersaji di partai final Piala Super Spanyol 2026 ini. Terlepas dari labelnya sebagai ajang pramusim kompetitif, duel Barcelona vs Real Madrid selalu menjanjikan tensi tinggi dan drama spektakuler. Pemenang laga ini bukan hanya berhak atas trofi pertama tahun ini, tapi juga mendapat suntikan moral berharga untuk sisa musim. Jika merujuk tren, siapa pun yang keluar sebagai juara Supercopa kerap melanjutkannya dengan kejayaan di liga domestik. Akankah Barcelona melanjutkan dominasi mereka dan menjaga rekor sempurna Flick di laga final, atau justru Real Madrid yang bangkit mengukir kemenangan besar bagi era baru Alonso? Semua akan terjawab di atas lapangan, dalam salah satu El Clásico paling dinanti di awal tahun 2026 ini.

Post a Comment for "Final Supercopa Spanyol 2026: Real Madrid vs Barcelona, El Clásico Perebutan Trofi Perdana"