Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Albacete Singkirkan Real Madrid 3-2, Debut Arbeloa Pahit

by redaksi garisgol.com

Real Madrid kembali terpukul. Raksasa Spanyol itu tersingkir dari Copa del Rey usai kalah dramatis 2-3 dari tim divisi dua, Albacete, pada babak 16 besar. Laga ini menjadi debut Álvaro Arbeloa sebagai pelatih Madrid, tetapi malam berkabut di Carlos Belmonte justru berubah jadi panggung kejutan, dengan Jefte Betancor mencetak dua gol termasuk penentu di masa injury time. 

5 fakta garisgol

  • Albacete (divisi dua) menang 3-2 atas Real Madrid di babak 16 besar Copa del Rey. 

  • Jefte Betancor mencetak dua gol, termasuk gol kemenangan di masa tambahan waktu. 

  • Ini debut Arbeloa sebagai pelatih Madrid setelah pemecatan Xabi Alonso. 

  • Madrid tampil tanpa beberapa bintang (disebutkan Mbappé dan Bellingham absen dalam laporan). 

  • Reuters melaporkan insiden pelecehan rasial terhadap Vinícius Jr. terjadi sebelum kick-off. 

Albacete menorehkan salah satu kejutan terbesar Copa del Rey musim ini. Bermain di hadapan publik Carlos Belmonte, klub divisi dua itu menyingkirkan Real Madrid dengan skor 3-2 pada babak 16 besar. Dalam kondisi berkabut dan atmosfer yang panas, Madrid gagal mengontrol pertandingan dan harus pulang lebih cepat dari kompetisi domestik. 

Sorotan utama jatuh pada Jefte Betancor. Masuk sebagai pemain pengganti, ia mencetak dua gol krusial termasuk gol penentu pada masa injury time yang mengunci kemenangan bersejarah Albacete. Madrid sempat mencoba bangkit, tetapi setiap kali mereka mendekat, Albacete mampu merespons dan menjaga intensitas hingga peluit akhir. 

Laga ini juga menandai awal era baru di kursi pelatih Madrid: Álvaro Arbeloa menjalani debutnya setelah klub memecat Xabi Alonso. Namun, start tersebut jauh dari ideal. Madrid disebut menurunkan skuad yang tidak sepenuhnya kuat, dengan beberapa nama besar absen, dan terlihat kesulitan menembus organisasi pertahanan Albacete yang disiplin. 

Selain drama skor, ada sisi gelap sebelum pertandingan. Reuters melaporkan adanya pelecehan rasial yang diarahkan kepada Vinícius Jr. sebelum kick-off, sebuah isu yang kembali menodai sepak bola Spanyol dan berpotensi memicu tindakan lanjutan dari otoritas terkait. 

Kekalahan ini menambah tekanan pada Madrid, bukan hanya karena tersingkir, tetapi juga karena terjadi di momentum transisi. Dalam laporan yang sama, kapten Dani Carvajal menggambarkan situasi tim sebagai titik “terendah”. Untuk Albacete, ini bukan sekadar lolos ke babak berikutnya ini malam yang akan mereka kenang lama: menumbangkan salah satu klub terbesar dunia lewat sepak bola yang berani dan efektif.

Post a Comment for "Albacete Singkirkan Real Madrid 3-2, Debut Arbeloa Pahit"